di saat hari Raya Idul Fitri hampir sebagian besar pemimpin melakukan tradisi "open house" di rumahnya.
bagi para pemimpin,
di saat itu, para pemimpin membuka rumahnya dan menerima kunjungan dari rakyatnya.
di saat itu, para pemimpin menerima ucapan dari rakyatnya.
di saat itu, para pemimpin bersilahturahmi dengan rakyatnya.
di saat itu, para pemimpin berusaha melayani rakyatnya.
bagi rakyat,
di saat itu, rakyat bisa bertemu langsung dengan pemimpinnya.
di saat itu, rakyat bisa bersalaman dengan pemimpinnya.
di saat itu, rakyat bisa bersilahturahmi dengan pemimpinnya.
di saat itu, rakyat bisa merasakan pelayanan dari pemimpinnya.
tradisi "open house" sebetulnya sudah ada sejak jaman raja-raja Jawa.
pada saat-saat tertentu, raja menerima kunjungan, "pisuwunan" dan "sembah bekti" dari rakyatnya.
tradisi pisuwunan raja-raja Jawa merupakan sarana bagi rakyat untuk mengungkapkan rasa hormat dan "bekti" bagi pemimpinnya.
sebaliknya, pemimpin akan menerima ungkapan rasa hormat dan "bekti" dari rakyatnya.
"open house" atau "pisuwunan" juga merupakan sarana bagi pemimpin untuk berkomunikasi dengan rakyatnya.
"open house" dilakukan bertujuan juga untuk meningkatkan rasa kedekatan hubungan antara pemimpin dan rakyatnya.
"open house" ala Jokowi,
Jokowi juga melakukan "open house" saat hari Raya Idul Fitri.
Jokowi melakukan "open house" dengan mendatangi rakyatnya.
Jokowi melakukan "open house" dengan mengunjungi kampung, desa dan rumah rakyatnya.
berkomunikasi dengan rakyatnya merupakan salah satu tugas utama pemimpin.
dengan berkomunikasi pemimpin mengetahui keadaan rakyatnya.
dengan berkomunikasi pemimpin mengetahui keinginan rakyatnya.
dengan berkomunikasi pemimpin mengetahui keluh kesah rakyatnya.
dengan berkomunikasi pemimpin mengetahui yang terbaik bagi rakyatnya.
sebelum
pemimpin mengambil kebijakan dan keputusan bagi rakyatnya, pemimpin
harus mengetahui keadaan, keinginan, keluh kesah dan yang terbaik bagi
rakyatnya.
Jokowi memilih untuk mengunjungi dan bukan dikunjungi rakyatnya.
Jokowi memilih untuk mendatangi dan bukan didatangi rakyatnya.
Jokowi memilih untuk mendengar dan bukan berbicara kepada rakyatnya.
pengetahuan pemimpin yang baik mengenai kondisi SDM, kualitas SDM serta komunikasi yang sehat antara pemimpin dan SDM-nya merupakan bekal untuk mencapai tujuan organisasi.
Tampilkan postingan dengan label belajar memimpin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar memimpin. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Agustus 2013
Rabu, 24 April 2013
mengenali diri dan orang yang dipimpin serta mengetahui tujuan sebagai prasyarat menjadi pemimpin yang berhasil
Sahabat,
Apakah hakekat memimpin itu?
Sudah banyak tulisan yang menjelaskan arti dan definisi memimpin.
Saya mencoba mengartikan kata 'memimpin' dalam bahasa yang sederhana.
Sudah banyak tulisan yang menjelaskan arti dan definisi memimpin.
Saya mencoba mengartikan kata 'memimpin' dalam bahasa yang sederhana.
Memimpin adalah mengajak, meminta atau memerintah seseorang
atau lebih orang menuju ke arah atau tujuan yang diinginkan pemimpin.
Sahabat,
Dari definisi di atas, kita melihat ada tiga elemen pokok dari memimpin, yaitu pemimpin, yang dipimpin dan arah atau tujuan yang ingin dicapai.
Pemimpin membutuhkan seseorang atau sekelompok orang (yang
dipimpin) untuk mencapai tujuan yang diidam-idamkannya.
Pemimpin juga harus tahu tujuan atau arah yang dinginkan.
Sahabat,
Sebelum memimpin orang lain, seorang pemimpin perlu berpikir,
merenung dan introspeksi diri.
Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan baik mengenai dirinya.
Pemimpin yang baik harus mengenal dirinya.
Dia harus mengetahui kelebihan-kelebihannya.
Apakah kelebihan yang dimilikinya yang dapat menunjang
keberhasilannya sebagai pemimpin?
Selain kelebihan, pemimpin harus mengetahui
kelemahan-kelemahannya.
Apakah kelemahan utama yang dapat menyebabkannya gagal dalam
memimpin?
Sahabat,
Agar berhasil memimpin, pemimpin juga harus mengenal dengan
baik orang-orang yang dipimpinnya.
Pemimpin harus mengetahui kelebihan dan kelemahan
masing-masing orang yang dipimpinnya.
Pemimpin juga harus mampu membangun kerjasama tim yang berisi
kumpulan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan secara efisien dan
efektif.
Sahabat,
Setelah mengenal dengan baik dirinya dan orang yang
dipimpinnya, pemimpin harus mengetahui dengan pasti tujuan dan arah yang ingin
dicapai.
Tujuan tersebut harus terukur.
Pemimpin juga harus mengetahui cara untuk mencapai tujuan
tersebut.
Disamping cara, pemimpin juga harus mengetahui dan menetapkan
nilai-nilai, etika, dan aturan main untuk mencapai tujuan tersebut.
Mengenal dirinya,
Mengenal orang-orang yang dipimpinnya,
Dan mengetahui tujuan yang ingin dicapai,
Adalah persyaratan dasar seseorang agar menjadi pemimpin yang
berhasil.
Langganan:
Postingan (Atom)